Untuk yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya bisa ikut seminar ini. 'Tempat terbatas' kata yg punya acara (ABB Indonesia).
Registrasi sebelum Selasa, 18 Maret 2008.
Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts
14 March, 2008
Invitation : ABB in Building Automation
Posted by :
yan ((d[-_-]b))
Labels:
ABB,
Automation,
Umum
27 December, 2007
Efficiency
Posted by :
yan ((d[-_-]b))
Labels:
Automation,
Umum
Salah satu kelebihan dari Automation system adalah Efisiensi. Baik dari segi waktu, energi dan juga uang.
Satu2nya kendala dari Automation adalah dari Harganya yang MAHAL. Tapi harga yang dibayarkan sebenarnya sebanding dengan hasil yang diperoleh, jadi bisa di anggap Investasi jangka panjang.
Bayangkan sebuah gedung bertingkat bila tidak menggunakan automation, pihak maintenance tentunya akan banyak membuang banyak waktu dan tenaga hanya untuk mengecek semua perangkat/peralatan yang tempatnya terpisah2. Misalnya pagi hari dia harus mengecek tangki penampungan air di lantai atap dan di basement reservoir, belum dia harus menghidupkan pompa2 di tempat2 terpisah, belum FCU, AHU, Escalator dan lain2. Biaya2 yang dikeluarkan akan lebih banyak bila tidak menggunakan BMS/BAS.
Untuk skala rumah tinggal jangan bayangkan rumah BTN yang kemana2 deket, maksudnya ke dapur deket, ke WC deket, ke kamar tidur juga deket... jadi bila rumah kecil menggunakan Automation malah jadi tidak efisien alias boros. Satu2nya kegunaannya ya cuma buat Gengsi.
Bandingkan dengan rumah mewah yang besar (yang kalo nyari toilet aja bisa nyasar..). Untuk di Indonesia rumah seperti ini pasti punya pembantu lebih dari 1. Mereka memang bisa mengandalkan pembantunya untuk mengecek lampu, pompa, ac atau apalah yang mengkonsumsi listrik. Namun pembantu juga manusia, bisa lupa atau salah mengoperasikan, belum lagi kalo pembantunya suka bohong. Jadi banyak Energi listrik yang tidak terkontrol pemakaiannya yang harus di tanggung oleh pemilik rumah. Dengan menggunakan Automation, si pemilik rumah bisa membuat semua peralatan listrik dan elektroniknya terkontrol. Supaya mudah membayangkan, saya misalkan begini : ketika pagi hari semua lampu taman sudah mati sendirinya, curtain atau tirai terbuka secara otomatis. kemudian ketika sore hari terjadi kebalikannya. menjelang tidur, beberapa penerangan luar akan mati secara otomatis (boros kan kalo semua lampu luar hidup semua dari sore sampai pagi), kemudian lampu2 yang tidak diperlukan di seluruh rumah akan mati juga. AC dan Fan juga diintegrasikan sehingga pemakaiannya benar2 efisien. Bayangkan energi listrik yang dapat di save? dan karena penggunaanya lebih efisien pasti tagihan PLN bisa lebih murah dibandingkan tanpa menggunakan Automation. Biaya besar yang dikeluarkan di awal pembelian akan kembali dalam waktu tertentu. Belum lagi Prestige yang diperoleh.
Satu2nya kendala dari Automation adalah dari Harganya yang MAHAL. Tapi harga yang dibayarkan sebenarnya sebanding dengan hasil yang diperoleh, jadi bisa di anggap Investasi jangka panjang.
Bayangkan sebuah gedung bertingkat bila tidak menggunakan automation, pihak maintenance tentunya akan banyak membuang banyak waktu dan tenaga hanya untuk mengecek semua perangkat/peralatan yang tempatnya terpisah2. Misalnya pagi hari dia harus mengecek tangki penampungan air di lantai atap dan di basement reservoir, belum dia harus menghidupkan pompa2 di tempat2 terpisah, belum FCU, AHU, Escalator dan lain2. Biaya2 yang dikeluarkan akan lebih banyak bila tidak menggunakan BMS/BAS.
Untuk skala rumah tinggal jangan bayangkan rumah BTN yang kemana2 deket, maksudnya ke dapur deket, ke WC deket, ke kamar tidur juga deket... jadi bila rumah kecil menggunakan Automation malah jadi tidak efisien alias boros. Satu2nya kegunaannya ya cuma buat Gengsi.
Bandingkan dengan rumah mewah yang besar (yang kalo nyari toilet aja bisa nyasar..). Untuk di Indonesia rumah seperti ini pasti punya pembantu lebih dari 1. Mereka memang bisa mengandalkan pembantunya untuk mengecek lampu, pompa, ac atau apalah yang mengkonsumsi listrik. Namun pembantu juga manusia, bisa lupa atau salah mengoperasikan, belum lagi kalo pembantunya suka bohong. Jadi banyak Energi listrik yang tidak terkontrol pemakaiannya yang harus di tanggung oleh pemilik rumah. Dengan menggunakan Automation, si pemilik rumah bisa membuat semua peralatan listrik dan elektroniknya terkontrol. Supaya mudah membayangkan, saya misalkan begini : ketika pagi hari semua lampu taman sudah mati sendirinya, curtain atau tirai terbuka secara otomatis. kemudian ketika sore hari terjadi kebalikannya. menjelang tidur, beberapa penerangan luar akan mati secara otomatis (boros kan kalo semua lampu luar hidup semua dari sore sampai pagi), kemudian lampu2 yang tidak diperlukan di seluruh rumah akan mati juga. AC dan Fan juga diintegrasikan sehingga pemakaiannya benar2 efisien. Bayangkan energi listrik yang dapat di save? dan karena penggunaanya lebih efisien pasti tagihan PLN bisa lebih murah dibandingkan tanpa menggunakan Automation. Biaya besar yang dikeluarkan di awal pembelian akan kembali dalam waktu tertentu. Belum lagi Prestige yang diperoleh.
Ngomong2 soal Efisiensi, sebenernya tidak dengan automation saja efisiensi dapat dilakukan. Selama ini PLN selalu mempromosikan matikan cukup dua lampu dari jam 19.00-22.00, ini dimasudkan untuk efisiensi daya PLN dimana ketika waktu tersebut adalah masa puncak peak load) pemakaian listrik. Sayangnya PLN sendiri saya lihat masih belum melakukan efisiensi energi, contohnya mereka masih mengandalkan BBM untuk bahan bakar pembangkitnya. Padahal banyak sekali sumber energi gratis di alam ini yang bisa dimanfaatkan, misalnya matahari, angin, air, panas bumi sampai gas dari sampah.
Masih banyak di daerah terpencil yang belum terjangkau PLN, tapi sebenarnya daerah tersebut bisa mengandalkan energi yang ada, misalnya untuk di daerah pegunungan bisa mengandalkan air sungai untuk menggerakan turbin kecil yang bisa menghasilkan listrik untuk wilayah mereka saja. Atau di daerah pesisir pantai yang bisa mengandalkan kincir angin untuk sumber energinya.
Untuk kendaraan juga kita masih mengandalkan Bahan Bakar Fosil, padahal sudah ada sepeda motor dan mobil yang menggunakan baterai untuk menggerakkan motor listriknya bahkan ada yang menggunakan solar panel (tenaga matahari), tapi entah kenapa produsen kendaraan masih demen memproduksi kendaraan menggunakan mesin berbahan bakar fosil.
Entahlah dengan negri ini, banyak efisiensi yang bisa dilakukan tapiii....
15 November, 2007
First Time
Posted by :
yan ((d[-_-]b))
Labels:
Umum
Salam jumpa,
Ini pertama kalinya saya buat blog.. tujuannya sih untuk coba memasarkan produk yang di jual oleh perusahaan saya, selain itu ingin juga berbagi pengalaman dengan pembaca blog ini.
Ini pertama kalinya saya buat blog.. tujuannya sih untuk coba memasarkan produk yang di jual oleh perusahaan saya, selain itu ingin juga berbagi pengalaman dengan pembaca blog ini.
Semua yang di bahas memang bukan hal baru.. kalau di cari dengan google semua yang saya bahas akan mudah di dapat di internet yang sebagian besar dalam bahasa inggris.
Posting yang saya buat murni hasil pengalaman saya. Mudah-mudahan tidak membosankan.
Saya bekerja di CV. Muliatama yang bergerak di bidang penjualan Wiring Accessories Merk ABB. Saya bergabung di perusahaan ini sejak Muliatama mencoba menjual Produk Automation System yang dikenal dengan EIB System. Kebetulan hobby dan pekerjaan saya sejalan, jadi enjoy aja...
Muliatama sendiri mulai beroperasi sejak tahun 1980an. Pada awalnya Muliatama menjual produk2 dari Eropa terutama German seperti : Saklar, Stop Kontak dan Outlet Telp/Data Merk Busch-Jaeger, Niessen serta MCB Merk BBC. Kira2 pada tahun 1988, semua merk di atas tadi di merger oleh ABB. Nah sejak saat itulah kami memasarkan produk2 ABB seperti Saklar, Stop Kontak, MCB dan Wiring Accessories lainnya.
Untuk sejarah ABB bisa lihat disini
Sampai akhirnya pada Tahun 2002, Muliatama mencoba memasarkan Automation System dari ABB ini yang dikenal dengan EIB System. EIB singkatan awalnya adalah European Installation Bus (Basis awalnya di Benua Eropa) yang kemudian mendunia dan akhirnya EIB lebih di kenal dengan istilah Electrical Installation Bus.
Saya bekerja di CV. Muliatama yang bergerak di bidang penjualan Wiring Accessories Merk ABB. Saya bergabung di perusahaan ini sejak Muliatama mencoba menjual Produk Automation System yang dikenal dengan EIB System. Kebetulan hobby dan pekerjaan saya sejalan, jadi enjoy aja...
Muliatama sendiri mulai beroperasi sejak tahun 1980an. Pada awalnya Muliatama menjual produk2 dari Eropa terutama German seperti : Saklar, Stop Kontak dan Outlet Telp/Data Merk Busch-Jaeger, Niessen serta MCB Merk BBC. Kira2 pada tahun 1988, semua merk di atas tadi di merger oleh ABB. Nah sejak saat itulah kami memasarkan produk2 ABB seperti Saklar, Stop Kontak, MCB dan Wiring Accessories lainnya.
Untuk sejarah ABB bisa lihat disini
Sampai akhirnya pada Tahun 2002, Muliatama mencoba memasarkan Automation System dari ABB ini yang dikenal dengan EIB System. EIB singkatan awalnya adalah European Installation Bus (Basis awalnya di Benua Eropa) yang kemudian mendunia dan akhirnya EIB lebih di kenal dengan istilah Electrical Installation Bus.
EIB satu2nya open protocol untuk Automation System di bawah KNX.
Saat ini saya menjadi satu2nya System Integrator untuk EIB di Muliatama. Saya menangani Design System dari sebuah proyek, Quotation (membuat penawaran), Installasi lalu program sampai akhirnya testing and commissioning (kate orang dari hulu sampai hilir).
Proyek2 yang pernah saya tangani :
- Danamon Treasury, Menara Danamon - Jakarta
- Rumah Tinggal di Setra Duta - Bandung
- Rumah Tinggal di Jl. Abdurrahman saleh - Bandung
- The Kerobokan Villa - Bali
- Rumah Tinggal di Mutiara Kedoya - Jakarta
So, apabila ada di antara pembaca ada yang tertarik dengan Automation system, Smart Home, Building Inteligent System dan Security System.. mohon kiranya kita bisa saling sharing.
Saya akan bahas tentang Automation System lebih lanjut pada postingan saya selanjutnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)



